Dua setengah jam sebelum ujian

An 80 year old man was sitting on the sofa in his house along with
his 45 years old highly educated son. Suddenly a crow perched on their
window.

The father asked his son, "What is this?" The son replied "It is a
crow". After a few minutes, the father asked his son
the 2nd time, "What is this?" The son said "Father, I have just now
told you" It's a crow".

After a little while, the old father again asked his son the 3rd time,
what is this?"

At this time some expression of irritation was felt in the son's tone
when he said to his father with a rebuff. "It's a crow, a crow".

A little after, the father again asked his son the 4th time, "What is
this?"

This time the son shouted at his father, "Why do you keep asking me the
same question again and again, although I have told you so many times
'IT IS A CROW'. Are you not able to understand this?"

A little later the father went to his room and came back with an old
tattered diary, which he had maintained since his son was born. On
opening a page, he asked his son to read that page. When the son read it, the
following words were written in the diary:-

"Today my little son aged three was sitting with me on the sofa,
when a crow was sitting on the window. My Son asked me 23 times what it
was, and I replied to him all 23 times that it was a crow. I hugged him
lovingly each time he asked me the same question again and again for 23
times. I did not at all feel irritated I rather felt affection for my
innocent child".

While the little child asked him 23 times "What is this", the father
had felt no irritation in replying to the same question all 23 times and
when today the father asked his son the same question just 4 times, the
son felt irritated and annoyed.

Allah says:
“Thy Lord hath decreed, that ye worship none save Him, and (that ye
show) kindness to parents. If one of them or
both of them to attain old age with thee, say not "Fie" unto them nor
repulse them, but speak unto them a gracious word.
And lower unto them the wing of submission through mercy, and say: My
Lord! Have mercy on them both as they
did care for me when I was little”. (Surah Bani Isra’el (17); Ayah #
23~24)

So……
If your parents attain old age, do not repulse them or look at them
as a burden, but! Speak to them a gracious word; be cool, obedient,
humble and kind to them. Be considerate to your parents. From today say
this aloud, "I want to see my
parents happy forever. They have cared for me ever since I was a little
child. They have always showered their selfless love on me. They
crossed all mountains and valleys without seeing the storm and heat to make
me a person presentable in the society today".


Say a prayer to God, "I will serve my old parents in the BEST way. I
will say all good and kind words to my dear parents, no matter how they
behave.

Source: turntoislam.com/forum/showthread.php?t=8537

Selewat sebelum belajar SIDJP

Baru saja melihat foto Pak Aris dan Mak Rikati di deket Ka'bah, habis umroh.
Jadi inget sama Mama Papa. Suatu saat Mir akan mengajak Mama dan Papa juga ke sana. InsyaAlloh. :)

Mohon doa restunya ya Ma, Pa. Semoga niat Mir diridhoi dan diijabah Alloh SWT. :)

#SMS untuk Papa, diketik di kamar kost, 22 Mei 2011, Pukul 20.50, Suhu 28,4 ¤C.

915 Junior



Minggu, 27 Februari 2011 di Pantai Widuri, Kabupaten Pemalang.

Coretan kecil, kawan Peradilan Pajak

Kurang dari 6 jam lagi saya menghadapi ujian Peradilan Pajak. Harus lebih semangat nih dari ujian-ujian sebelumnya. Kan ini ujian terakhir di semester ini. Semester 5. Alhamdulillah, ya Robb. :)

Hari ini memang hari yang luar biasa. Semangatnya benar-benar baru. ngga tahu kenapa. Sepertinya ada sesuatu yang baru dalam diri sata. Mungkinkah ini karena hari-hari yang lalu saya berunyu-unyu ngga jelas ya? Memelokan diri untuk sesuatu yang, ah, bodoh pokoknya. Diliputi kegalauan dan kegundahan yang tingkat tinggi? Itu mungkin kata orang, tapi tidak untuk saya. Haha... (gimana sih? :hammer)

Ah, tidak. Saya semangat karena hari ini atau lusa saya pulang ke rumah. Sudah kangen sekali saya dengan keluarga di rumah. Mama, Papa, Gigin, Api, dan Pakde(Panggilan saya untuk kakek)
Mama, ingin segera saya memeluk Mama. Nanti saya mau masak bareng sama Mama. saya juga akan mengantar Mama belanja seperti biasanya. Di Basa, atau Basa Putra. Oh ya Ma, cucian di rumah nanti biar saya yang nyuci semuanya. Mama cukup jadi ratu saja. Tinggal perintahkan saya untuk apa saja. Masak? Nyuci? Nyapu? Ngepel? Belanja? Motong rumput? Nyari kayu? Saya siap semuanya Ma. :cool
Merasa sangat berdosa sekali kemarin saya tidak pulang ketika mama terbaring di rumah sakit. Padahal ketika saya sakit, mama selalu ada untuk saya.
Mama, how are you today? Ana uhibbuki fillah, ya Ummi. :)

Papa, gimana kabar Papa? Masih rajinkan main minton? Saya kangen main minton dengan Papa. Kapan ya terakhir kali kita main? Mungkin pas saya masih SD kali ya Pa? Haha...
Saya masih ingat, raket pertama kali yang papa belikan untuk saya. Raket berbentuk lonjong, itu untuk bentahan atau menyerang ya pa? Tiap habis main Papa juga selalu membawa oleh-oleh kok bekar yang lebh bagus dari kok baru yang saya beli di warung Mak Taryumi.
Oh ya Pa, raket ProAce (atau Yonex ya?) punya Papa yang dikasih ke Gigin, terakhir saya pake buat 'nyengget' mangga. Coba deh dicek, pasti sudah ngga lurus lagi. Melengkung. Haha... maaf Pa, maaf Gin kemarin soalnya ngga ada 'gantar' sih. :D
Nanti saya ganti dengan yang baru deh kalo udah bisa beli. :p

Hey Pi, kata Mama besok kamu mau ke Jepara ya buat tanding karete? Dalam rangka apa emang? Tandingnya hari apa toh? Kalo hari minggu kan kali aja sara bisa nonton, atau kali aja bisa menyusup menjadi peserta. Sukses aja deh ya, yang penting fair play. Bermainlah dengan cinta. Cinta itu pake otak, bukan sekadar emosi dan nafsu belaka. Nafsu ngantemi maksudnya. :D
Sudah lama saya tidak latihan silat. Kapan-kapan kita tanding ya, siapa yang lebih hebat. Karate Inkai punyamu, atau Pencak Silat Perisai Naga Sakti saya. Haha... nggak atas nama perguruan kok. Ini murni pertandingan sengit kakak adek. :army
Senang saya kamu sekarang jadi aktivis di sekolahmu. Ngga sia-sia saya pernah memaksa kamu untuk ikut organisasi. Akhirnya kamu malah ketagihan kan ikut ini-itu. :p
Baguslah, sekarang kamu lebih hebat dari saya. Sering ikut lomba sana-sini. Tapi ingat, saya lahir duluan lima tahun dari kamu. setidaknya saya punya pengalaman lebih banya. Haha...
Eh ya, siapa ya nama cewekmu yang akun FBnya alay banget itu? aneh banget. Kenapa ngga sama Novi saja? Dia kan anaknya baik, sopan, pinter, cantik lagi. InsyaAlloh sholihah juga kok. Kalo ngga mau nanti saya embat juga lho. Haha...
Teman kamu jadi kakak ipar kamu. Ngoookkk...

Salam Bolang buat adek saya yang paling cantik. Gina Sakilla. Heh, kamu tuh yang paling mirip sengan saya. Mata, alis, hidung juga.
Haha... rambutmu sudah agak panjang toh nok. Lucue kamu kalo rambutnya pendek. :D
Ayo panjangin lagi biar bisa saya sisir dan saya kepangin. Rambutmu bagus tau nok, pirang, lebat kayak rambut masmu ini. :D
Gigiimu kok tambar berantakan sih? Pasti malas gosok gigi ya sampai pada kroak gitu. Kamu tuh ya sukanya ikut-ikutan saya. Gigi kroak saja ditiru. hadehh... :hammer
Kata mama kamu sudah jilid tiga ya? Alhamdulillah, setelah berapa tahun ya kamu bertahan di jilid dua? makanya jangan malas. Mumpung masih kecil kamu musti rajin berangkat TPA. biar cepet 'nimbal' ke Al Quran. Masa kalah sama masmu ini? haha... emang dulu mas bisa baca Al Quran umur berapa? :D
Kalo sekolah SD Gigin sekarang jarang terlambat ya? Masih dong berarti? Padahal kan berangkatnya siang, :hammer
Coba kalo jarang terlambat, lebih disiplin lagi, pasti nanti bisa juara satu lagi. Orang temen-temenmu udah pada baris upacara kamu malah baru berangkat.
Bu Maslamah, Guru Agama, yang dulu juga guru mama, yang dulu juga guru mas bilang kalo kamu suka nyleneh. Sukanya nuwo. kamu tuh masih kecil, jangan sok dewasa deh. hahaha... :D
Bersyukur sekali saya punya adek kayak kamu. Cepet gede ya dek. Kelak kamu kan jadi bidadari surga bagi suamimu. Masih lama ya? Hehe... saya aja belum dapat bidadari ding ya. :D
Nanti ya, sebelum kamu jadi bidadari ms mau cari bidadari dulu. Jangan khawatir, nanti dia pasti mengajarkan kamu bagaimana caranya jadi bidadari. :)


Pakde, De, sehat De? Alhamdulillah. Masih terlihat roso nih. :2thumbup
Kambingnya masih berapa De? Keyaknya semakin banyak aja nih. Gemuk-gemuk lagi. Kapan nih De mau ngajak saya 'ngarit' lagi? Masa cuman pas waktu SD doang saya diajak ngarit? sekarang kan saya juga masih pengen, nanti metik buah cokelat juga kayak dulu. Saya suka yang agak lonjong. warnanya kuning. Enak De, manis, baunya wangi lagi. Haha... suka sekali dulu menelan biji cokelat. Cokelat yang di belakang rumah udah berbuah lagi belum ya? Waktu saya ke sini sih masih ijo buahnya. Apa jangan-jangan sudah habis ya De dipetik Api sama Gigin? Hmmm... awas saja mereka kalo ngga nyisain.
Kalau musim ngga jelas gini ditambak kepitingnya banyak ngga ya? Masa sampe setua ini saya belum pernah mancing kepiting? Apa kata dunia coba? Apa kata Wajib Pajak nanti? Ngga nyambung ya? Kalo ngga ya itu aja deh, ikut berburu kerang. Mbukur. Mantap tuh sepertinya. Ah, ya. Semoga liburan ini bisa mencoba salah satunya. Ngarit. Miting. Atau Mbukur. Okeh De, :shakehand2

Hmm...
Sudah hampir shubuh. Pengen ke belakang pula nih.
Udah dulu ya Ma, Pa, Pi, Gin, De,
Tunggu saya di rumah.
Sepertinya hari ini jadi pulang. Barusan mama sms, mengACC saya untuk pulang hari ini.
Doakan ya semoga ujian hari ini menyenangkan. Kurang dari 4 jam lagi.
Nantikan saya di batas waktu, :)
Ana uhibbukum, my family.

Kisah Inspirasi Dari Gunung

oleh Harley B. Sastha pada 19 Februari 2011 jam 4:38

Masa kecil lelaki ini pernah terserang penyakit asma. Bahkan sejenis penyakit yang menyerang jaringan otak pernah dialaminya. Hingga suatu saat perkenalan dirinya dengan kegiatan alam bebas sperti mendaki gunung merubah segalanya. Sejak itu semua penyakitnya hilang sama sekali dan dirinyapun nyaris tidak pernah meminum obat-obatan kimia seperti obat sakit kepala, flu dan lain-lain yang biasa di jual bebas. Apa yang di dapatnya dari alam telah menjadi obat bagi dirinya. Hingga kini ia pun masih aktif melakukan pendakian.
Seorang wanita berpenyakit asma dikucilkan dan dianggap lemah oleh lingkungannya. Namun, suatu saat kakak saya mendampinginya mendaki gunung bersama-sama. Tekad serta kekuatan yang ada pada dirinya membawanya hingga ke Puncak Gunung Ciremai. Begitu tiba kembali di bawah, orang tuanya seakan hampir tidak percaya kalau putrinya bisa mendaki gunung. Ibunya pun menangis. Kini lingkungannya tidak lagi meremehkan dirinya. Ia pun tumbuh menjadi seorang wanita yang lebih percaya diri.
Lelaki berusia lebih 40 tahun ini mempunyai kelainan pada klep jantungya. Tekadnya untuk mendaki Gunung Rinjani tidak terhalangi oleh penyakitnya ini. Ia yakin dengan apa yang ada pada dirinya. Kami mendaki bersama-sama sesuai dengan kemampuan kondisi fisik yang ada. Perlahan namun pasti kami terus mendaki menambah ketinggian. Saat harus bangun dinihari untuk melanjutkan pendakian menuju Puncak Rinjani pun tetap dijalaninya. Selangkah demi selangkah ia terus mendaki. Walaupun sebentar-sebentar harus berhenti. Hanya sebuah kata-kata penyemangat yang selalu mengiringinya “ayo bang...insyaAllah abang pasti bisa...yang penting sesuaikan dengan kemampuan abang...kami yang akan ikutin langkah abang”. Hingga saat tiba di gigiran kawah Gunung Rinjani, dimana dirinya bisa dikatakan sudah tidak jauh lagi untuk menggapai puncak, tiba-tiba ada teriakan meminta pertologan dari atas. Seorang anak perempuan terken hipotermia. Dengan legowo ia mengatakan, agar saya lebih dulu menolong anak itu. Sedangkan ia rela untuk menunda dirinya untuk ke puncak. Saat saya tinggalkan ia ditemani seorang teman yang sudah turun dari puncak. Alhamdulillah semuanya berjalan baik. Wanita yang hipotermia dapat tertolong. Demikian pula abang dapat kembali turun ke pelawangan didampingi teman-teman yang lain. Perlengkapan oksigen yang kami bawa hanya terpakai sebagian. Paling tidak ini menjadi persiapan kami untuk menghadapi kondisi yang mungkin buruk dan alhamdulillah tidak sampai terjadi.
Mendaki gunung menggapai 7 puncak Merbabu bersama beberapa wanita, dimana sebagian besar sudah berusia di atas 35 tahun dan bahkan ada yang berusia 40-50 tahun merupakan pengalaman lainnya. Ada yang baru pertama kali mendaki gunung. Diantara mereka ada yang kondisi fisiknya bekas mengalami kecelakaan yang cukup berat. Dimana hingga kini bekas kecelakaan tersebut masih membekas pada dirinya. “apakah saya sanggup bang?”, begitu tanyanya. Saya hanya menjawab insyaAllah. Alhamdulillah ia pun sanggup menjalaninya dan hingga kini masih terus mendaki gunung. Demikian pula dengan yang lain. Meraka masih terus mendaki gunung.
“Saya ingin membawa anak saya yang berusia 9 tahun mendaki Gunung Salak”, demikian ucapnya. Bersama dengan teman-teman lainnya kami mendaki bersama. Setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan hingga hujan, kami akhirnya tiba di Puncak Salak 1 saat gelap. Sekali lagi usia teman-teman yang bisa dikatakan rata-rata sudah berusia di atas 35 tahun masih menunjukkan ketangguhannya. Kekompakkan serta kerjasama tim yang mereka tunjukkan adalah kunci keberhasilan pendakian ini.
Belum genap sebulan, sang bunda pun kembali mengajak anaknya yang berusi 9 tahun mendaki Gunung Semeru. Semangat sang bunda beserta tekad sang anak dengan support teman-teman seperjalanan membuat pendakian menuju Puncak Mahameru pun tercapai. Nampak pancaran mata bahagia terlihat dari sang bunda. Senyum sang anak di bawah bendera merah putih di Puncak Mahameru begitu membanggakan dirinya. Sang bunda percaya...anaknya nanti akan tumbuh menjadi orang yang kuat, tegar, kreatif dan mandiri.
Di saat lain seorang wanita pun tidak bisa berkata-kata saat dirinya akhirnya tiba di Puncak Mahameru. Walaupun harus terus berjuang keras menerjang pasir...ia terus mendaki. Semangat sang anak kecil usia 9 tahun yang menjadi teman setimnya menjadi salah satu pendorongnya. Ia melihat sang anak telah jauh berada di atas dirinya. Tekad dan semangat tidak pantang menyerah terus memacunya. Hingga ia pun tiba di Punca Mahameru. Air mata bahagia pun akhirnya keluar. Hanya binar matanya yang bisa bercerita kalau dirinya begitu bahagia dan hampir tidak percaya kalau kini dirinya benar-benar telah berada di dataran tertinggi Pulau Jawa. Ya...impiannya selama 10 tahun akhirnya dapat tercapai. Ia pun mengatakan jika impian dan keyakinan jika disertai dengan doa dan usaha keras bukanlah angan-angan.
Lain halnya dengan wanita satunya lagi. Pada saat harus menerjang pasir menuju Puncak Mahameru, ia sempat berkata “sanggup gak ya...”. Teman lainnya dengan tanggap mensuport dan meyakinkannya bahwa dirinya isnyaAllah sanggup. Perlahan namun pasti dirinya terus mendaki dan kakinya pun menapak Puncak Mahameru. Walau sebelumnya ia sempat terkesima begitu melihat punggungan pasir Puncak Mahameru dari Kalimati. Baginya gunung ini besar dan terlihat curam serta berpasir hingga sempat memunculkan keraguan pada dirinya. Namun, sekali lagi kekuatan yang ada pada diri sendiri diiringi doa serta kerjasama dan kekompakkan tim membuat semuanya berjalan dengan baik.
Terkena badai hampir dua hari saat mendaki Gunung Sumbing membuat pendakian terasa lebih berat. Namun, pelajaran-pelajaran dari setiap pendakian yang dijalani sebelumnya membuat mereka lebih aware satu sama lain. Wanita-wanita ini begitu cepat dan tanggap saat salah seorang teman prianya mengalami kelelahan. Mereka sigap saat membangun tenda, walaupun saat itu angin disertai hujan bertiup kencang. Hingga keesokan harinya saat cuaca sedikit berkurang hujannya, mereka segera melanjutkan pendakian menuju puncak dan kembali turun secepatnya. Karena cuaca cepat sekali berubah dimana huan dan angin kencang kembali datang.
Mengalami badai hampir 2 hari tidak menciutkan nyali mereka. Dua hari setelah badai, saya bersama dua wanita sahabat saya tiba di Bali. Malam itu langit di atas Pulau Bali dari Pantai Sanur terlihat penuh bintang. Padahal perjalanan kami dari Jawa Tengah ke hingga ke ujung Jawa Timur, nyaris tanpa sinar matahari. Sepanjang perjalanan semuanya terlihat mendung dan kelabu.
Mengetahui cuaca yang cukup cerah malam itu, kami bertiga pun memutuskan untuk mendaki Gunung Agung esok harinya. Malam itu kami segera semua perlengkapan pendakian. Esok paginya bersama seorang teman dari Universitas Udayana, kami menuju Pura Besakih, entri point pendakian ini. Oleh koordinator guide dan polisi Besakih, kami ditawarkan mendaki melalui Dusun Junggur, Besakih. Jalur pendakian yang resmi dibuka 29 Desember 2010 silam. Setelah mendapatkan informasi mengenai jalur ini, kami pun menyetujuinya. Benar, seperti dugaan kami, jalur ini bisa dikatakan 90 persen mempunyai sudut kemiringan antara 40-60 derajat. Namun, jalurnya masih sangat baik dan hutannya pun masih asri. Sampai-sampai kami begitu senangnya melalui jalur ini. Walaupun cukup banyak pacet, namun pendakian melalui trek punggungan ini menyenangkan. Jalurnya benar-benar masih asri. Malam itu kami benar-benar bersyukur, karena cuaca cukup cerah. Hingga kami pun tiba di camp saat hampir tengah malam atau 7 jam perjalanan. Hanya ada sedikit tempat datar yang dapat menampung sebuah tenda kami.
Setelah esok pagi harinya melanjutkan pendakian hingga tiba Puncak Gunung Agung, sekitar pukul 12 siang, kami pun turun kembali menuju Basecamp di Dusun Junggur. Saat itu hujan dan angin sudah mulai datang. Hingga akhirnya kami pun turun dalam kondisi badai. Di lembah kanan dan kiri kami terdengar suara angin kencang berputar-putar. Hujan yang turun terasa seperti sebesar-besar jari kelingking. Jalur yang curam pun kini berubah menjadi aliran sungai lumpur. Suara geluduk sesekali bersahut-sahutan. Beberapa kali kami harus terpeleset dan berjibaku dengan lumpur. Hingga akhirnya memasuki malam. Hujan badai tidak ada tanda-tanda segera berhenti. Angin kencang yang bertiup membuat tubuh terasa semakin dingin. Jalur pendakian terasa semakin berat dan melelahkan kami. Untuk saling bantu dan jaga, kami pun sesekali saling berpegangan tangan. Hingga akhirnya setelah 12 jam berjalan turun, kami pun tiba kembali di Basecamp, Dusun Junggur, Besakih.
Semangat dan daya juang kedua wanita yang saya kenal ini cukup tangguh. Dimana yang satu baru saja melewati operasi. Sedangkan satunya lagi pernah mengalami kecelakaan berat....dimana akibat dari kecelekaan tersebut masih membekas dan dibawanya hingga kini. Semua itu tidak mematahkan semangat mereka. Mereka berdua mengatakan bahwa untuk mereka mendaki gunung karena memang mereka senang. Sehingga dalam setiap pendakian, mereka selalu dari hati. Apapun yang dialami dalam pendakian, itulah arti petualangan. Semuanya harus dihadapi.
Usia teman-teman dalam kisah-kisah nyata pendakian di atas bisa dibilang sebagian besar sudah tidak muda lagi. Namun, semangat dan tekad yang ada pada dirinya masing-masing serta persiapan yang matang selalu coba terus mereka utamakan. Dalam artian mereka selau terus berusaha lebih baik dan lebih baik lagi dalam pendakian-pendakian selanjutnya.



“Sudah banyak wanita-wanita di dunia dan bahkan di Indonesia membuktikan ketangguhannya mendaki gunung serta mengukir prestasi dalam dunia pendakian gunung sebagaimana halnya para pria”. Beberapa diantaranya melakukan pendakian gunung untuk berbagai kegiatan sosial. Pendakian 10 Wanita usia diatas 40 tahun dalam rangka penggalangan dana untuk Yayasan Lupus Indonesia. Ekspedisi ini di mulai dari gunung di Kalapattar, Himalaya (2006); Kilimanjaro, Tanzania (2009). Pencapaian pertama di Ekuador terjadi pada 25 Januari 2011; Gunung Cotopaxi pada 28 Januari 2011. Inilah salah satu bentuk kepedulian dedikasi mereka akan pentingnya mengetahui akan bahaya penyakit Lupus. Dimana dalam sebuah suvey terindikasi bahwa 9 dari 10 orang dengan Lupus (ODAPUS) adalah wanita dan terdeteksi lebih banyak menyerang pada masa produktif (usia 15-44). Jumlah penderitanya diyakini lebih besar dari yang berhasil terdeteksi, sementara pemahaman mengenai penyakit ini masih sangat minim.



Tidak terkecuali tentunya para pria. Banyak ekspedisi yang telah dilakukan para pendaki pria. Baik itu yang sifatnya prestasi maupun untuk kegiatan sosial. Baik itu di dunia maupun di Indonesia sendiri.



Lepas dari itu semua. Baik lelaki atau wanita. Tua maupun muda. Dalam kegiatan di alam bebas semuanya menyatu. Tidak ada perbedaan satu sama lain. Satu sama lain semuanya seperti keluarga.



Seperti kata-kata seorang teman baik saya, sebut saja namanya -Java Rhino- yang kini tinggal di Kanada: "mendaki gunung untuk persaudaraan".





Cerita di atas merupakan sebagian dari kisah-kisah nyata pendakian yang saya alami bersama teman-teman. Sebenarnya masih banyak kisah-kisah nyata pendakian lainnya yang bisa jadi inspirasi untuk kita semua. Bahkan teman-teman pasti juga mempunyai kisah-kisah pendakiannya sendiri yang juga bisa jadi inspirasi. Mudah-mudahan cerita-cerita singkat di atas dapat bermanfaat.



Bogor, 19 Februari 2011

Harley B. Sastha

Saya telah lahir

MIRZA KROAK ASEP SHENA, 915/SPA/2010, lahir pada tanggal 16 Mei 2010 di Air Terjun Cibeureum (1605 mdpl), Taman Nasional Gunung Gede Pangrango bersama 33 saudara kembarnya. Dinginnya percikan air terjun dan pekikkan takbir bergema menyambut kelahirannya. Allohu Akbar!!! Call me Kroak, 915/SPA/2010.

Fokus siswa!!!

bismillah...

posisiku sekarang lagi di posko STAPALA. tadinya mau ambil motor sama jam tangan yang kemarin ketinggalan. sekalian juga nebeng online, mau ngirim LPJ Bidang Pendidikan MBM yang udah ditinggu bos besar sejak kemarin. smartku error, sebenarnya awalnya karena si scaciody, pc kesayanganku, sakit. slot USBnya ga berfungsi. kayaknya sih gara-gara keseringan dimasukin flashdisk ga jelas. siapapun yang mau masuk tinggal colok, tak perlu discan dulu. maafkan aku dy, semoga kau lekas sembuh dan menjadi pc yang sholih, berguna bagi pemiliknya, agama, nusa dan bangsa. amin...

kali ini keadaan posko lumayan sepi ga seperti biasanya. Kak Patkai masih asyik dengan WEnya. kak jupret dan kak kopyor lagi ngobrol di depan, berdua. ga tahu apaan yang lagi diobrolin. kak mbek lagi ngenet di sebelahku, FB-an dengan senyumnya yang khas. hehe...
kak cobeng kayaknya lagi pesen nasi goreng pojok tuh, nasi goreng kambing, atau pete. manakah yang akan kau pilih?
di manakah kak mozet? barusan sih ada, sekarang udah ngilang di telan alam. terlelap di alam bawah sadarnya.
beuh, kak yeyek ga kalah aksi, dengan gitar di tangan, nyanyi dengan suaranya yang khas. agak fals, cuman ga terlalu menyakitkan di telinga. semangat kak. bravo!!!


email udah terkirim, lagu zombie udah berhasil didownload. waktunya pulang, meneruskan sesuatu yang tertunda. tunggu saya di depan pintu ya dul, jangan lupa ambil air minum yang banyak. aku mau nglenbur lagi. hehehe...

Keek smile wa hamasah!

Salam ukhuwah, salam cinta.


Mirza Kroak Asep Shena, :)

LAPORAN AUDIT

Laporan audit dapat didefinisikan sebagai sarana untuk mengomunikasikan pekerjaan audit dan temuan audit secara komprehensif, yang diberikan oleh tim audit kepada organisasi audit. Laporan audit adalah penting untuk diperhatikan auditor agar hasil audit dapat bermanfaat bagi pengguna laporan audit seperti kreditur, para investor, dll.
Standar pelaporan yang keempat :
“Laporan audit harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan. Dalam semua hal yang nama auditor dihubungkan dengan laporan keuangan, laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan auditor, jika ada, dan tingkat tanggung jawab auditor yang bersangkutan”

A. PERANAN LAPORAN AUDIT
Selain sebagai ringkasan dari pekerjaan audit dan temuan audit, Laporan audit juga merupakan dasar dalam membuat Surat Opini Audit, Rekomendasi dan membuat Keputusan Audit. Peranan utama dari Laporan Audit adalah:
1. Laporan audit adalah jalan utama bagi institusi audit untuk memahami informasi tentang proses audit. Tim audit harus menyerahkan laporan kepada institusi audit yang menugaskan pada saat audit selesai sehingga institusi audit dapat memahami proses dan hasil dari audit yang dilakukan oleh tim audit tersebut.
2. Laporan audit adalah dasar dalam pembuatan Surat Opini Audit dan Keputusan Audit. Laporan Audit mengevaluasi kewajaran, ketaatan dan kinerja dari auditan dan memberikan opini dan rekomendasi berdasarkan temuan audit. Berdasarkan informasi tersebut institusi audit membuat Surat Opini Audit dan Keputusan Audit.
3. Laporan audit adalah dasar yang penting untuk mengumpulkan dan mengolah informasi audit. Laporan audit menyampaikan informasi dan masalah yang berhubungan dengan belanja dan peendapatan serta kegiatan-kegiatan ekonomi yang relevan dari institusi atau proyek yang diaudit. Institusi audit dapat memproses lebih lanjut informasi yang penting dan masalah yang disajikan dalam Laporan Audit dan melalui Laporan Audit ini institusi audit dapat menyediakan informasi tentang isu-isu individual atau informasi yang terintegrasi kepada institusi audit di tingkat yang lebih tinggi, dan depertemen yang berkompeten lainnya.
Menurut Modul Manajemen Audit BPK-RI, laporan audit tertulis berfungsi untuk :
1. Mengkomunikasikan hasil audit kepada pejebat pemerintah, yang bewenang berdasarkan peraturan perudang-undangan yang berlaku,
2. Membuat hasil audit terhindar dari kesalahpahaman,
3. Membuat hasil audit sebagai bahan untuk tindakan perbaikan oleh instansi terkait, dan
4. Memudahkan tindak lanjut untuk menentukan apakah tindakan perbaikan yang semestinya telah dilakukan.
Manfaat laporan audit:
• Memberikan penguatan terhadap kehandalan informasi laporan keuangan atau informasi lain yang disajikan oleh auditan
• Sebagai bukti lampiran yang harus disampaikan dalam penyerahan SPT seperti dalam ketentuan UU KUP pasal 4 ayat (4b)
• Sebagai syarat untuk perusahaan yang akan go public

B. SYARAT-SYARAT LAPORAN AUDIT
Pada setiap akhir pelaksanaan audit, auditor harus menyiapkan konsep Laporan Audit. Isi konsep Laporan Audit tersebut harus mudah dimengerti dan bebas dari penafsiran ganda serta memenuhi standar pelaporan yaitu:
1. Lengkap. Laporan harus memuat semua informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan audit, meningkatkan pemahaman yang benar dan memadai atas hal yang dilaporkan, dan memenuhi persyaratan isi laporan.
2. Akurat. Laporan harus menyajikan bukti yang benar dan menggambarkan temuan dengan tepat. Satu ketidakakuratan dalam laporan dapat menimbulkan keraguan atas validitas sebuah laporan dan dapat mengalihkan perhatian pembaca dari substansi laporan tersebut. Laporan harus memasukkan hanya informasi, temuan, dan simpulan yang didukung bukti kompeten dan relevan dalam KKP. Bukti yang dilaporkan harus mencerminkan kebenaran logis atas masalah yang dilaporkan.
3. Obyektif. Laporan harus disajikan secara seimbang dalam isi dan nada. Ini berarti auditor harus menyajikan hasil audit secara netral dan menghindari kecenderungan melebih-lebihkan atau terlalu menekankan kinerja yang kurang.
4. Meyakinkan. Laporan audit harus menjawab tujuan audit, temuan disajikan secara persuasif, dan kesimpulan serta rekomendasi disusun secara logis berdasarkan fakta yang disajikan.
5. Jelas. Laporan audit harus mudah dibaca dan dipahami. Laporan harus ditulis dengan bahasa yang jelas dan sesederhana mungkin, sepanjang hal ini dimungkinkan. Jika digunakan istilah teknis, singkatan, dan akronim yang tidak begitu dikenal, hal itu harus didefinisikan dengan jelas. Penggunaan akronim diusahakan seminimal mungkin. Pengorganisasian materi laporan seara logis dan keakuratan serta ketepatan dalam menyatakan fakta dan dalam mengambil simpulan, adalah penting untuk kejelasan dan pemahaman bagi pembaca Laporan Audit.
6. Ringkas. Laporan audit harus disajikan secara ringkas tidak lebih panjang dari yang diperlukan untuk mendukung pesan. Jika terlalu rinci, dapat menurunkan kualitas laporan bahkan dapat menyembunyikan pesan yang sesungguhnya dan mengurangi minat pembaca. Pengulangan yang tidak perlu juga harus dihindari.

C. Bentuk dan Bagian-bagian Laporan Audit
Laporan Audit umumnya terdiri dari judul, tujuan laporan, bagian utama, tanda tangan dari ketua tim audit, dan tanggal laporan.
Bagian-Bagian Dari Laporan Audit Standar
1. Judul Laporan
Standar auditing mengharuskan pemberian judul dan harus memuat kata independen.
2. Alamat yang dituju laporan audit
Laporan biasanya ditujukan kepada perusahaan yang bersangkutan, pemegang saham, atau dewan direksinya.
3. Paragraf pendahuluan
Paragraf pertama ditujukan untuk tiga hal:
a. Paragraf ini merupakan pernyataan sederhana bahwa KAP bersangkutan telah melaksanakan audit.
b. Paragraf ini mencantumkan laporan keuangan yang diaudit, termasuk tanggal neraca, dan periode akuntansi untuk laporan rugi laba dan laporan arus kas.
c. Paragraf ini menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen dan tanggung jawab auditor hanyalah untuk menyatakan suatu pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit
4. Paragraf ruang lingkup
Menyatakan bahwa audit dirancang untuk dapat memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material yaitu auditor hanya bertanggung jawab untuk mencari kekeliruan yang signifikan yang mempengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan. Paragraf ini juga menyatakan bahwa auditor telah mengevaluasi ketepatan standar akuntansi, estimasi, dan pengungkapan serta penyajian laporan keuangan. Jadi audit memberikan suatu tingkat keyakinan yang tinggi tetapi bukan merupakan jaminan.
5. Paragraf pendapat
Menyatakan bahwa yang diberikan adalah suatu pendapat dan bukan suatu pernyataan mutlak atau jaminan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa kesimpulan yang diambil didasarkan atas pertimbangan profesional. Dalam paragraf ini auditor diminta untuk menyatakan pendapatnya mengenai laporan keuangan secara keseluruhan termasuk mengenai apakah perusahaan mengikuti standar-standar akuntansi yang berlaku umum.
6. Tanda tangan , nama, dan nomor register akuntan publik.
Nama ini menunjukkan partner akuntan publik atau auditor yang bertanggung jawab secara hukum dan jabatan atas mutu auditnya menurut standar profesional.
7. Tanggal laporan audit.
Tanggal yang dipakai adalah tanggal saat auditor telah menyelesaikan bagian terpenting dari prosedur auditing di lapangan. Tanggal ini menunjukkan sampai tanggal berapa setelah laporan keuangan auditor bertanggung jawab atas peninjauan terhadap peristiwa yang terjadi.


D. Laporan Audit Keuangan
Audit atas laporan keungan adalah salah satu jenis audit keuangan, tujuan audit atas laporan keuangan antara lain adalah untuk menginformasikan kepada organisasi audit dan/atau pimpinan auditan, tentang opini/pernyataan pendapat auditor, apakah laporan keuangan yang disajikan oleh auditan telah sesuiai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Standar Pelaporan untuk audit atas laporan keuangan menurut PSA-IAPI dapat dijelaskan sebagai berikut :
Standar Pelaporan Pertama
“Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau prinsip lain yang berlaku secara komprehensif.”
Standar Pelaporan Kedua
“Laporan auditor harus menunjukkan, jika ada, ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan denganpenerapan prinsip akuntansi tersebut dalam perode sebelumnya.”
Standar Pelaporan Ketiga
“Pengungkapan informatif dalam laporan keungan harus dipandsng memadi, kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit.”
Standar Pelaporan Keempat
“Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan maka alasannya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang yang dilaksanakan,jika ada, dan tingkat tanggung jawab yaang dipikul auditor”.
Di samping standar pelaporan menurut PSA-IAPI di atas, untuk audit sektor publik terdapat Standar Pelaporan Tambahan sebagai berikut :
Pernyataan Standar Pelaporan Tambahan pertama adalah:
”Laporan hasil pemeriksaan harus menyatakan bahwa pemeriksaan dilakukan sesuai dengan Standar Pemeriksaan”.
Pernyataan standar ini mengacu kepada standar pemeriksaan yang berlaku, yang harus diikuti oleh pemeriksa selama melakukan pemeriksaan. Jika pemeriksa tidak dapat mengikuti Standar Pemeriksaan, pemeriksa dilarang untuk menyatakan demikian. Dalam situasi demikian, pemeriksa harus mengungkapkan alasan tidak dapat diikutinya standar pemeriksaan tersebut dan dampaknya terhadap hasil pemeriksaan. Dalam menilai dampak terhadap hasil audit sebagai akibat tidak mengikuti standar, auditor mungkin perlu untuk mengkualifikasi opininya, tidak memberikan opini, atau mundur dalam penugasan audit.
Pernyataan Standar Pelaporan Tambahan kedua adalah :
”Laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan harus mengungkapkan bahwa pemeriksa telah melakukan pengujian atas kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh langsung dan material terhadap penyajian laporan keuangan”.
Ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang ditemukan dalam pemeriksaan keuangan, dimuat dalam laporan atas kepatuhan. Apabila pemeriksa tidak menemukan ketidakpatuhan dalam pengujian kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, pemeriksa tidak menerbitkan laporan atas kepatuhan. Apabila pemeriksa menerbitkan laporan atas kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan harus memuat suatu paragraf yang merujuk kepada laporan tersebut.
LAPORAN AUDIT KEPATUHAN
Laporan atas kepatuhan mengungkapkan: (1) ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan termasuk pengungkapan atas penyimpangan administrasi, pelanggaran atas perikatan perdata, maupun penyimpangan yang mengandung unsur tindak pidana, dan (2) ketidakpatutan yang signifikan terhadap pelaksanaan undang-undang.

Laporan audit yang baku wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion)
Merupakan laporan yang audit dengan nilai yang terbaik menurut auditor.
Laporan bentuk ini digunakan apabila kondisi berikut terpenuhi:
1. Semua laporan keuangan: Neraca, Laporan Rugi Laba, Perhitungan Laba Ditahan, dan Laporan Arus Kas, sudah tercakup di dalam laporan keuangan.
2. Ketiga standar umum telah diikuti sepenuhnya dalam penugasan.
3. Bahan bukti yang cukup telah dikumpulkan dan auditor telah melaksanakan penugasan dengan cara yang memungkinkan baginya untuk menyimpulkan bahwa ketiga standar pekerjaan lapangan sudah terpenuhi.
4. Laporan keuangan disajikan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Ini berarti bahwa pengungkapan yang memadai telah disertakan dalam catatan kai dan bagian lain dari laporan keuangan.
5. Tidak terdapat situasi yang memerlukan penambahan paragraf penjelasan atau modifikasi kata-kata dalam laporan keuangan.


E. Laporan yang menyimpang dari bentuk standar

Selain Laporan Audit yang standar, ternyata ada juga Laporan Audit yang Menyimpang, atau lebih tepatnya, Laporan yang Menyimpang dari Bentuk Standar. Maksud dari penyimpangan disini adalah penyimpangan dari pendapat wajar tanpa syarat (Unqualified Opinion). Menurut SPAP PSA No. 29 Pasal 20-74 tentang Penyimpangan dari pendapat wajar tanpa syarat, dijelaskan bahwa ada beberapa kondisi yang menyebabkan terjadinya penyimpangan tersebut.
* Kondisi 1 : Pembatasan ruang lingkup pemeriksaan auditor
Ini terjadi apabila auditor tidak berhasil mengumpulkan bukti yang mencukupi untuk menyimpulkan apakah laporan keuangan yang diauditnya telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Penyebab utama adalah pembatasan yang disebabkan oleh klien dan pembatasan yang disebabkan oleh kendala di luar auditor maupun klien.
* Kondisi 2 : Laporan Keuangan tidak disajikan sesuai dengan GAAP
* Kondisi 3 : Auditor tidak independen


Jenis-jenis penyimpangan dari pendapat wajar tanpa pengecualian, antara lain :

1. Pendapat Wajar dengan Pengecualian (QUALIFIED OPINION)
Kondisi tertentu mungkin memerlukan pendapat wajar dengan pengecualian. Pendapat wajar dengan pengecualian menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, kecuali untuk dampak hal yang berkaitan dengan yang dikecualikan. Pendapat ini diberikan apabila ada pembatasan ruang lingkup audit (Kondisi 1) atau tidak ditaatinya standar akuntansi yang berlaku umum (Kondisi 2). Pendapat ini hanya dapat digunakan apabila auditor yakin bahwa laoran keuangan secara keseluruhan disajikan secara wajar.
Jika auditor menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian, ia harus menjelaskan semua alasan yang menguatkan dalam satu atau lebih paragraf terpisah yang dicantumkan sebelum paragraf pendapat. Untuk laporan jenis ini, harus dicantumkan kata “kecuali untuk” pada paragraf pendapat.
:
2. Pendapat Tidak Wajar (ADVERSE OPINION)
Suatu pendapat tidak wajar menyatakan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Pendapat ini diberikan bila auditor merasa yakin bahwa keseluruhan laporan keuangan yang disajikan memuat salah saji yang material atau menyesatkan sehingga tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan atau hasil operasi perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan auditor memiliki bahan bukti yang cukup memadai melalui penyelidikan yang memadai tentang ketidaksesuaian tersebut.

Bila auditor menyatakan pendapat tidak wajar, ia harus menjelaskan dalam paragraf terpisah sebelum paragraf pendapat dalam laporannya. Jika pendapat tidak wajar dinyatakan oleh auditor, paragraf pendapat harus berisi perujukan langsung ke paragraf terpisah yang menjelaskan dasar untuk pendapat tidak wajar tersebut.

3. Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat (DISCLAIMER OF OPINION)
Suatu pernyataan tidak memberikan pendapat menyatakan bahwa auditor tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Auditor dapat tidak menyatakan suatu pendapat bilamana auditor tidak berhasil untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa keseluruhan laporan keuangan telah disajikan secara wajar, karena banyaknya pembatasan ruang lingkup audit (Kondisi 1) atau hubungan yang tidak independen antara auditor dan klien menurut kode etik profesional (Kondisi 3).. Jika auditor menyatakan tidak memberikan pendapat, laporan auditor harus memberikan semua alasan substantif yang mendukung pernyataannya tersebut.

Pernyataan tidak memberikan pendapat adalah cocok jika auditor tidak melaksanakan audit yang lingkupnya memadai untuk memungkinkannya memberikan pendapat atas laporan keuangan. Pernyataan tidak memberikan pendapat harus tidak diberikan karena auditor yakin, atas dasar auditnya, bahwa terdapat penyimpangan material dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Jika pernyataan tidak memberikan pendapat disebabkan pembatasan lingkup audit, auditor harus menunjukkan dalam paragraf terpisah semua alasan substantive yang mendukung pernyataannya tersebut.

Hal-hal yang menyebabkan dikeluarkannya opini Wajar dengan Pengeculian, Pendapat tidak Wajar, atau Tidak Memberikan Pendapat, adalah sebagai berikut:
1. Pembatasan Lingkup Audit
Auditor dapat menentukan bahwa ia dapat menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian hanya jika audit telah dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Publik Indonesia dan oleh karena itu hanya jika ia dapat menerapkan prosedur audit yang dipandang perlu sesuai dengan keadaan. Pembatasan terhadap lingkup audit, baik yang dikenakan oleh klien maupun oleh keadaan, seperti waktu pelaksanaan audit, kegagalan memperoleh bukti kompeten yang cukup, atau ketidakcukupan catatan akuntansi, mungkin mengharuskan auditor memberikan pengecualian di dalam pendapatnya atau pernyataan tidak memberikan pendapat. Dalam hal ini, alasan pengecualian atau pernyataan tidak memberikan pendapat harus dijelaskan oleh auditor dalam laporannya.
Keputusan auditor dalam memberikan pendapat wajar dengan pengecualian atau pernyataan tidak memberikan pendapat karena pembatasan lingkup audit tergantung atas penilaian auditor terhadap pentingnya prosedur yang tidak dapat dilaksanakan tersebut bagi auditor dalam memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan.
Bila klien mengenakan pembatasan yang secara signifikan membatasi lingkup audit, biasanya auditor harus mempertimbangkan untuk menyatakan tidak memberikan pendapat.
Pembatasan lain atas lingkup audit.
Kadang-kadang catatan atas laporan keuangan berisi informasi yang tidak diaudit, seperti perhitungan proforma atau pengungkapan lain yang serupa. Jika auditor tidak dapat menerapkan prosedur audit yang dipandang perlu, ia harus memberikan pendapat wajar dengan pengecualian atau menyatakan tidak memberikan pendapat karena pembatasan atas lingkup auditnya.

2. Perikatan dengan pelaporan terbatas.
Auditor mungkin diminta untuk melaporkan hasil audit atas salah satu unsur laporan Hal-hal yang menyebabkan dikeluarkannya opini Wajar dengan Pengeculian, Pendapat tidak Wajar, atau Tidak Memberikan Pendapat, adalah sebagai berikut keuangan pokok dan tidak yang lain. Perikatan ini tidak menyangkut pembatasan lingkup audit jika akses auditor terhadap informasi yang mendasari laporan keuangan pokok tidak dibatasi dan jika ia menerapkan semua prosedur audit yang dipandang perlu sesuai dengan keadaan. Perikatan ini menyangkut pembatasan tujuan pelaporan, bukan pembatasan lingkup audit. Auditor mungkin diminta hanya melaporkan hasil audit atas neraca saja.

3. Penyimpangan dari Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di Indonesia
Apabila laporan keuangan secara material terpengaruh oleh suatu penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dan auditor telah mengaudit laporan keuangan tersebut berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan publik Indonesia, maka ia harus menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapat tidak wajar. Dasar yang melandasi pendapat tersebut harus dinyatakan dalam laporan auditor.

Bila auditor menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian, ia harus menjelaskan semua alasan yang menyebabkan ia berkesimpulan bahwa terdapat penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, dalam paragraf (atau beberapa paragraf) penjelasan yang terpisah, sebelum paragraf pendapat dalam laporan auditor. Lebih lanjut, paragraf pendapat dalam laporannya harus berisi bahasa pengecualian yang sesuai dan yang merujuk ke paragraf penjelasan tersebut.

Penyimpangan dari Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di Indonesia yang Menyangkut Risiko atau Ketidakpastian, dan Pertimbangan Materialitas. Penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yang menyangkut risiko atau ketidakpastian umumnya dikelompokkan ke dalam satu di antara tiga golongan:
1. Pengungkapan yang tidak memadai,
2. Ketidaktepatan prinsip akuntansi,
3. Estimasi akuntansi yang tidak masuk akal.

4. Perubahan akuntansi.
Auditor harus menilai perubahan dalam prinsip akuntansi agar ia mengetahui (a) prinsip akuntansi yang baru diterapkan adalah prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, (b) metode akuntansi untuk memperlakukan dampak perubahan tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, (c) alasan yang mendasari perubahan akuntansi adalah beralasan. Jika perubahan akuntansi tidak memenuhi kondisi tersebut, laporan auditor harus menunjukkan hal ini, dan pendapat auditor harus berisi pengecualian.

Jika (a) prinsip akuntansi yang baru diterapkan bukan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, (b) metode akuntansi untuk memperlakukan dampak perubahan tersebut tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, atau (c) manajemen tidak memberikan alasan perubahan yang beralasan, auditor harus menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian atau, jika dampak perubahan tersebut cukup material, auditor harus menyatakan pendapat tidak wajar atas laporan keuangan.

Jika manajemen tidak memberikan alasan yang masuk akal tentang perubahan prinsip akuntansi yang diterapkan, auditor harus menyatakan pengecualian mengenai perubahan akuntansi yang telah dilakukan oleh perusahaan tanpa alasan yang masuk akal tersebut.

MATERIALITAS
Salah saji dalam laporan keuangan dapat dianggap material apabila pengetahuan atas salah saji tersebut dapat mempengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan yang rasional.

TINGKAT
MATERIALITAS PENGARUH TERHADAP
KEPUTUSAN PEMAKAI JENIS
PENDAPAT
Tidak Material


Material





Sangat Material


Keputusan biasanya tidak terpengaruh


-Keputusan biasanya terpengaruh jika informasi dimaksud penting thd. Keputusan ayng akan diambil
-Laporan keuangan keseluruhan dianggap disajikan secara wajar

Sebagian besar dari seluruh keputusan yang didasarkan pada laporan keuangan akan sangat terpengaruh Wajar Tanpa Pengecualian

Wajar Dengan Pengecualian




Menolak memberi pendapat atau pendapat tidak wajar

Catatan : ketiadaan independensi mengharuskan menolak untuk memberi pendapat, terlepas dari materialitas
Keputusan Mengenai Materialitas
• Pertimbangan Materialitas – Kondisi Non GAAP
Hal-hal yang harus dipertimbangkan:
a. Jumlah rupiah dibandingkan terhadap tolok ukur tertentu
Tolok ukur yang lazim dipakai adalah: laba bersih, total aktiva, aktiva lancar dan modal kerja.
b. Daya ukur
Nilai uang yang terkandung dalam salah saji tidak dapat diukur secara akurat.
Contoh: Kewajiban kontinjen
c. Hakekat kesalahan
Keputusan para pemakai laporan dipengaruhi oleh jenis kekeliruan, misalnya:
- Transaksi yang melanggar hukum atau sesuatu yang menimbulkan akibat psikis
- Suatu pos yang dapat mempengaruhi periode mendatang, meskipun jumlahnya tidak berarti jika hanya periode sekarang yang diperhitungkan.
- Sesuatu yang dapat menimbulkan konsekuensi penting bila dipandang dari segi kewajiban kontrak



Contoh Laporan Audit Independen Pemerintah






























BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
Jl. Jenderal MT Haryono Kav. 45 – 46 Jakarta Selatan 12770. Telp. (021) 7945460, Fax (021)7495483

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Kepada Para Pengguna Laporan Keuangan
Pemerintah Provinsi Banten
Tahun Anggaran (TA) 2004

Berdasarkan Ketentuan Pasal 23E Perubahan Ketiga Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1973, dan Pasal 31 UU No.17 Tahun 2003, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) telah memeriksa Laporan Keuangan Provinsi Banten TA 2004 yang telah disusun oleh Pemerintah Provinsi Banten. Laporan Keuangan tersebut adalah tanggung jawab Pemerintah Provinsi Banten. Tanggung jawab BPK-RI terletak pada pernyataan pendapat atas Laporan Keuangan TA 2004 berdasarkan Pemeriksaan BPK-RI.
Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Daerah tersebut dilakukan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan (SAP) yang ditetapkan oleh BPK-RI. Standar tersebut mengharuskan BPK-RI untuk merencanakan, mengumpulkan bukti yang cukup dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan yang memadai sebagai dasar untuk memberikan pendapat.
Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Daerah TA 2004 bertujuan untuk memberikan keyakinan apakah Laporan Keuangan TA 2004 telah disajikan secara
wajar sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang ditetapkan di dalam Peraturan Perundangan yang berlaku.
Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Provinsi Banten TA 2004 hanya meliputi pengujian atas Laporan Perhitungan APBD TA 2004 dan Laporan Aliran Kas TA 2004, sedangkan pemeriksaan atas Neraca Daerah tidak dilakukan karena sampai dengan pemeriksaan berakhir, Neraca belum selesai disusun. Atas hal-hal yang disajikan dalam Laporan Realisasi APBD TA 2004, kami tidak memperoleh
keyakinan yang memadai pada:
a. Pengelompokan penerimaan dividen Bank Jabar sebesar Rp7.704.504.829,00
dan kontribusi dari PT PLN (Persero) sebesar Rp1.000.000.000,00 dalam obyek
penerimaan jasa giro tidak tepat.
b. Penganggaran dan Pertanggungjawaban Belanja Rumah Tangga Dewan dan
Belanja Penunjang Aspirasi sebesar Rp9.301.000.000,00 yang tidak sesuai
ketentuan.
c. Pengeluaran Belanja Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Banten TA 2004
senilai Rp2.353.940.760,00 yang tidak didukung dengan bukti yang sah.
d. Bantuan Instansi Vertikal sebesar Rp2.097.050.000,00 yang digunakan tidak
sesuai dengan ketentuan.
Berdasarkan pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Provinsi Banten TA 2004, BPK-RI berpendapat bahwa Laporan Keuangan berupa Laporan Realisasi APBD dan Laporan Aliran Kas Provinsi Banten TA 2004, kecuali akibat atas hal-hal yang dimuat dalam paragraph sebelumnya, telah disajikan secara wajar untuk semua hal yang material sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang ditetapkan di dalam berbagai peraturan perundangan yang berlaku.
Di dalam hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Provinsi Banten TA 2004, BPK-RI menyampaikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Daerah dan DPRD Provinsi Banten dalam upaya penyempurnaan Laporan Keuangan Daerah sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban Keuangan Daerah.
Jakarta, Juli 2005
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
Perwakilan III BPK-RI di Jakarta
Ketua Tim,


Dwi Setiawan S, S.E., Ak, M.Si
Akuntan REG-NEG D-13.194






























Contoh laporan audit lapran keuangan perusahaan

PT FISHINDO KUSUMA SEJAHTERA Tbk
LAPORAN KEUANGAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2004
DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2003
DAN
LAPORAN AKUNTAN INDEPENDEN

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN


Laporan No. AR - 377

Pemegang Saham, Direksi dan Komisaris
PT Fishindo Kusuma Sejahtera Tbk

Kami telah mengaudit neraca PT Fishindo Kusuma Sejahtera Tbk (Perusahaan) pada tanggal 31 Desember 2004, serta laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 diaudit oleh auditor independen lain, yang laporannya tertanggal 12 Maret
2004 menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian, dengan paragraf penjelasan sehubungan dengan dampak dari memburuknya kondisi ekonomi di Indonesia terhadap Perusahaan.

Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

Menurut pendapat kami, laporan keuangan tersebut di atas menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2004, hasil usaha, perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Seperti dijelaskan pada Catatan 2n dan 28, sejak tanggal 1 Januari 2004, Perusahaan telah menerapkan lebih awal Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 24 (Revisi 2004) mengenai estimasi kewajiban imbalan pasti. Laporan keuangan tahun 2003 telah disajikan kembali untuk mencerminkan penerapan PSAK tersebut.

Laporan keuangan terlampir mengungkapkan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap Perusahaan serta tindakantindakan yang telah dilaksanakan dan rencana-rencana yang akan dilaksanakan untuk menghadapi kondisi ekonomi tersebut. Perbaikan atas kondisi ekonomi tersebut tergantung pada kebijakan fiskal dan moneter yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia, suatu tindakan yang berada di luar kendali Perusahaan untuk mencapai pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, tidaklah mungkin untuk menentukan dampak masa depan kondisi ekonomi terhadap likuiditas dan penghasilan Perusahaan.


ADI JIMMY ARTHAWAN



Drs. Jimmy Jansen, Ak.
NIAP. 99.1.0571
Jakarta, 23 Maret 2005